-->

Kw Header



Jenis-jenis Alat Ukur Listrik beserta Fungsinya

Jenis-jenis alat ukur listrik beserta fungsinya - Semua manusia sebenarnya dapat mengukur segala bentuk energi. Namun, manusia hanya dapat mengiranya saja seperti kuat atau lemah, tinggi atau rendah, besar atau kecil tanpa bisa menyebutkan angka yang pasti dari energi yang diukur. Sehingga manusia membutuhkan alat ukur untuk mengetahui nilai pasti dari suatu energi.

Selain itu, alat ukur juga melindungi manusia. Contohnya saja jika kita ingin mengetahui suhu air yang sedang mendidih. Apa kita mau menyentuhnya langsung? Siapa yang mau kulitnya melepuh? Maka dari itu, digunakanlah termometer. Maka dari itu, manusia sangat membutuhkan alat ukur.

Pada postingan kali ini saya ingin membagikan jenis-jenis alat ukur listrik beserta fungsinya. Silahkan, langsung saja membaca penjelasan berikut ini. Selamat membaca!!!

Jenis alat ukur listrik berdasarkan tampilan hasil pengukuran 

1. Alat Ukur Analog

Jenis-jenis alat ukur listrik lengkap beserta fungsinya
Alat ukur analog

Alat ukur analog adalah alat ukur listrik yang hasil pengukurannya ditampilkan melalui media jarum yang menunjukkan angka hasil pengukuran. Hasil pengukuran tidak langsung keluar tetapi harus dihitung manual karena terdapat skala yang menjadi salah satu faktor hasil pengukuran yang benar. 
Rumus : 
Pengukuran hambatan
HP = BU x PJ

Pengukuran arus & tegangan
HP = BU / S x PJ

Keterangan : 
HP = Hasil Pengukuran 
BU = Batas Ukur
S    = Skala
PJ = Penunjukkan Jarum

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam tentang Trafo dan Penggunaannya

2. Alat Ukur Digital 

Jenis alat ukur listrik digital
Alat ukur digital 

Alat ukur digital adalah alat ukur listrik yang hasil pengukurannya ditampilkan melalui media layar LCD (Liquid Crystal Display). Berbeda dengan alat ukur analog, hasil pengukuran pada alat ukur digital akan langsung muncul berupa angka. Sehingga tidak perlu dihitung manual lagi. Di bawah ini contoh alat ukur digital.

Jenis alat ukur listrik berdasarkan besaran yang diukur

1. Amperemeter

Alat ukur listrik amperemeter pengukur arus (ampere).
Amperemeter 
Amperemeter berfungsi untuk mengukur besar arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian listrik. Dalam menggunakannya, amperemeter harus dipasang seri pada sebuah beban. Mengapa begitu?

Karena pada dasarnya, jika sebuah resistor (dalam hal ini resistor pada amperemeter) dipasang paralel maka nilai resistansinya akan kecil dan arusnya akan besar, sehingga arus yang masuk ke amperemeter akan merusak amperemeter tersebut. Jika dipasang seri, maka resistansi resistor akan sesuai dengan spesifikasinya sehingga dapat menghambat arus yang masuk pada amperemeter dan mencegah kerusakan amperemeter.

Pada industri, amperemeter biasanya dipasang secara permanen pada suatu rangkaian listrik. Sehingga tidak perlu melepas kabel untuk hanya sekedar memasang seri sebuah amperemeter. Selain itu, arus pada sebuah beban listrik dapat dimonitor. Di bawah ini saya ingin memberikan contoh ampere meter.

2. Voltmeter

Jenis alat ukur listrik voltmeter pengukur tegangan (voltage)
Voltmeter
Voltmeter berfungsi untuk mengukur besar tegangan listrik yang mengalir pada suatu rangkaian listrik. Dalam menggunakannya, voltmeter harus dipasang secara seri. 

3. Ohmmeter

Alat ukur listrik ohmmeter pengukur hambatan (resistance)
Ohmmeter
Ohmmeter berfungsi untuk mengukur besar hambatan listrik. Namun, biasanya digunakan untuk mengetahui terhubung tidaknya antara dua titik pada sebuah penghantar atau rangkaian listrik. Sehingga dapat diketahui titik yang putus.

Baca Juga: Mengetahui Lebih Banyak Jenis-Jenis Saklar Listrik

4. Wattmeter

Alat ukur listrik wattmeter pengukur daya (power)
Wattmeter
Wattmeter berfungsi untuk mengukur besarnya daya pada suatu peralatan listrik. Dengan mengetahui besarnya daya, kita dapat menentukan peralatan listrik mana yang lebih hemat atau lebih boros karena ini berhubungan dengan tagihan listrik. Namun, alat ini jarang digunakan karena kita dapat menghitung sendiri daya pada suatu peralatan listrik yaitu dengan rumus.
P = V.I

Sehingga hanya perlu mengetahui berapa tegangan dan arus dari peralatan listrik. Kemudian kita tinggal kalikan.

5. Megaohmmeter (Megger)

Alat ukur listrik megger (Megaohmmeter) pengukur sistem isolasi
Megger
Di dunia kelistrikan, umumnya megaohmmeter dikenal sebagai megger karena megger sendiri merupakan merk megaohmmeter yang banyak dikenal dan digunakan. Sehingga orang-orang lebih sering menyebutnya megger. Megger merupakan alat ukur untuk mengetahui besar nilai tahanan isolasi pada suatu rangkaian/peralatan listrik. Tahanan isolasi sendiri berfungsi untuk mengamankan arus bocor yang mungkin terjadi pada suatu rangkaian/peralatan listrik sehingga tidak membahayakan bagi manusia. Megger ini sering digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain pada :
a. Kabel instalasi pada rumah-rumah atau bangunan.
b. Kabel tegangan tinggi dan rendah
c. Transformator.
d. Kumparan pada motor 3 phase. 

6. Kwh Meter (Kilowatt hour meter)

Alat ukur listrik kwh meter pengukur konsumsi listrik
Kwh meter
Kwh meter merupakan alat ukur milik PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang berfungsi untuk menghitung besarnya energi listrik yang digunakan oleh konsumen. Selain itu, alat ini berfungsi sebagai pembatas daya listrik karena terdapat MCB (Miniature Circuit Breaker) yang membatasi arus listrik yang masuk ke instalasi rumah.

Alat ukur ini banyak dijumpai di rumah-rumah penduduk. Kwh meter menggunakan semacam piringan yang terbuat dari aluminium. Piringan aluminium tersebut bekerja menggunakan prinsip induksi magnet, di mana medan magnet menggerakkan piringan. Satuan yang digunakan adalah kilo Watt/jam (kWh).

Semakin besar penggunaan daya listrik maka putaran piringan akan semakin cepat sehingga tagihan listrik juga akan besar.

7. Oscilloscope (Osiloskop)

Alat ukur listrik osiloskop pengukur frekuensi (hertz)
Oscilloscope (Osiloskop) 
Osiloskop merupakan alat ukur yang berfungsi menampilkan sinyal listrik ke dalam bentuk grafik gelombang yang ditampilkan melalui media layar. Grafik yang ditampilkan dapat dipelajari atau diteliti lebih lanjut.

Osioloskop terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah katode ( electrode negative ) pada satu sisi yang menghasilkan pancaran elektron dan sebuah anode ( electrode positive ) untuk mempercepat gerakannya sehingga terdeteksi menuju layar tabung. Susunan ini disebut dengan Electrone Gun.

Elektron-elektron disebut pancaran sinar katode karena mereka dibangkitkan oleh Cathode dan ini menyebabkan osioloskop disebut secara lengkap dengan Cathode Ray Oscilloscope atau CRO.

Saya sejujurnya belum pernah menggunakan alat ini. Hanya pernah melihat, itupun di internet hihihi....

Selain alat ukur di atas ada jenis alat ukur lain yaitu

1. Multimeter (Avometer) 

Multimeter adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur arus, tegangan, dan hambatan. Multimeter bisa dibilang gabungan antara amperemeter, voltmeter, dan ohmmeter. Namun, ada jenis multimeter yang dilengkapi dengan pengukur kapasitansi pada  kapasitor, pengukur dioda, dan pengukur transistor. Multimeter memiliki 2 jenis yaitu multimeter analog dan digital.
Multimeter Digital
Multimeter Analog

  

2. Tang Ampere (Clamp Meter) 

Alat ukur listrik tang ampere (clamp meter) serba guna.
Tang ampere / clamp meter
Tang ampere adalah alat ukur yang fungsinya sama dengan multimeter. Kelebihan dari tang ampere ini lebih mudah dalam mengukur arus listrik karena hanya perlu membuka capit tangnya kemudian memasukkan kabel yang ingin diukur lalu lepas pengungkitnya. Maka angka hasil pengukuran akan keluar. Saya pribadi, lebih memilih tang ampere ini dibanding alat ukur lainnya karena lebih mudah dan praktis.

Baca Juga: Jenis-jenis Kabel Listrik beserta Spesifikasi dan Penggunaannya

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis alat ukur listrik beserta fungsinya. Semoga bermanfaat.

ADS Bawah Judul

ADS Kw Mid Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 3

ADS Kw Bawah Artikel